Pembelajaran Budaya Kerja Industri PT Panasonic Manufacturing Indonesia Jakarta

Dalam Pembelajaran Online yang diadakan oleh PT Panasonic Manufacturing Indonesia Jakarta oleh Fahruroji Bidang SDM. Kegiatan Pemadatan Materi PKL Periode Januari sd April 2024 kepada siswa SMKN 4 Semarang yang akan PKL. Materi yang banyak  merujuk pada Kaizae (2008) Budaya Kerja adalah cara berperilaku dan berpikir untuk selalu menuju perbaikan dan kemajuan dalam kehidupan termasuk lingkungan pekerjaan. Berikut Budaya Kerja  menurut Massaki dalam budaya Kaizan (2008) adalah Budaya Kerja Ringkas (Seiri/Sort) budaya ini mengacu pada pemisahan dan pemilahan barang atau peralatan yang diperlukan dan tidak diperlukan, dengan mengurangi barang-barang yang tidak dibutuhkan akan menghemat ruang sehingga dampaknya akan meningkatkan efisiensi perusahaan.Rapi (seiton/Set in Order) berkaitan dengan penataan barang-barang yang tidak dibutuhkan yang tersisa setelah pemilahan akan membantu mengurangi waktu yang dibutuhkan ubtuk mencari dan mengambil barang yang dibutuhkan. Resik (seiso/Shine) artinya budaya kerja ini menekankan pada pentingnya menjaga kebersihan dan ketertiban lingkungan kerja yang akan meluas pada keselamatan dan kesehatan kerja yang berbasis kelestarian Lingkungan Hidup (KLH), Rawat (Seiketsu/Standarize) artinya adanya Standar Operasional Prosedur yang mengatur kebiasaan atau budaya yang telah terbangun sehingga merupakan tindakan preventif dengan tujuan memastikan konsistensi dalam pelaksanaan, yang terakhir adalah Rajin (Shitsuke/Sustain) diyakini bahwa budaya kerja rajin menunjukkan pentingnya menjaga budaya kerja yang telah dibangun secara berkelanjutan dengan melibatkan pelatihan karyawan dan pemantauan berkelanjutan untuk memastikan budaya kerja tetap berjalan secara peroduktif dan efisien.

Dalam Kurikulum Merdeka membuat pembelajaran yang berbasis High Order Thinking (HOTs) dalam industry khususnya dalam mata pelajaran  PKL meliputi Softskill seperti Siswa mampu berpikir kritis, berpikir kreatif, mampu memecahkan masalah (solutif dan Kompetitif) serta siswa melakukan aktifitas produktif seperti bertindak proaktif, komunikatif dan kolaboratif.

Implementasi PKL diindustri sebagai wadah siswa untuk belajar menerapkan teori yang didapatkan di sekolah dengan kompetensi sofskill dan hardskill yang dibutuhkan didunia industry tidak terlepas dari mengurangi resiko kerja atau menuju kerja yang zerosick, dengan mematuhi budaya kerja yang ada di industry maka siswa diharapkan memiliki mindset serta berperilaku yang sesuai dengan SOP indsutri sehingga akan memberikan dampak kecelakaan kerja.

Baca juga di :
https://www.smk4smg.sch.id
Penulis : Ice Faulia, S.Pd M.Si (Waka Humas dan Hubbin SMKN4 Semarang)
Editor : Nenden Oktafia, S. Kom