{"id":20456,"date":"2025-03-03T07:56:27","date_gmt":"2025-03-03T00:56:27","guid":{"rendered":"https:\/\/cabdindikwil1.com\/?p=20456"},"modified":"2025-03-03T07:56:27","modified_gmt":"2025-03-03T00:56:27","slug":"gerakan-literasi-bersama-budaya-kearifan-lokal-di-sman-9-semarang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/cabdisdikwil1.pdk.jatengprov.go.id\/?p=20456","title":{"rendered":"Gerakan Literasi Bersama Budaya Kearifan Lokal di SMAN 9 Semarang"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Senin, 24 Februari 2025, SMAN 9 Semarang kembali mengadakan Gerakan Literasi Bersama Budaya Kearifan Lokal, sebuah kegiatan rutin yang berlangsung beberapa kali dalam satu semester. Program ini bertujuan untuk menumbuhkan minat baca serta meningkatkan kemampuan literasi siswa. Selain itu, kegiatan ini menjadi wadah bagi para siswa untuk mengenal dan melestarikan budaya lokal di tengah derasnya pengaruh globalisasi dan digitalisasi. Dalam pelaksanaannya, SMAN 9 Semarang tidak hanya mendorong siswa untuk gemar membaca, tetapi juga untuk lebih memahami dan menghargai budaya lokal mereka. Para siswa diberikan waktu 15 menit untuk membaca, kemudian mereka berdiskusi serta bertukar informasi mengenai bacaan yang telah mereka pilih. Setelah itu, salah satu siswa diberi kesempatan untuk menyampaikan ringkasan atau wawasan yang diperolehnya dari bacaan tersebut. Di era modern ini budaya asing dengan mudah masuk dan memengaruhi kehidupan sehari-hari, penting bagi generasi muda untuk tetap menjaga dan melestarikan budaya warisan nenek moyang mereka.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Joshua, siswa kelas XII-4 SMAN 9 Semarang, berbagi pengalamannya mengikuti kegiatan ini. &#8220;Saya jadi lebih penasaran dan mencari tahu tentang budaya Dugderan yang ada di Semarang. Sebelumnya, saya bahkan belum tahu dan belum pernah datang ke acara Dugderan,&#8221; ujarnya antusias. Kepala sekolah SMAN 9 Semarang, Noor Taufiq Saleh, juga menegaskan pentingnya literasi dalam membentuk karakter dan wawasan siswa. &#8220;Membaca adalah salah satu cara utama dalam membangun karakter dan memperluas wawasan. Dengan membaca, kita bisa memahami berbagai sudut pandang, menambah pengetahuan, serta menumbuhkan daya pikir kritis dan kreativitas yang akan berguna dalam kehidupan kita.&#8221; Melalui kegiatan literasi, diharapkan siswa tidak hanya semakin gemar membaca, tetapi juga memiliki kepedulian yang lebih besar terhadap budaya lokal. Sebagai contoh, setelah mengikuti program ini, beberapa siswa mulai mencari dan membaca buku tentang sejarah serta tradisi Semarang. Mereka juga aktif berdiskusi mengenai budaya daerah dan berbagi pengalaman mereka dalam mengenal warisan budaya yang sebelumnya belum mereka ketahui. Gerakan literasi ini menjadi langkah nyata dalam menjaga dan memperkuat budaya lokal di tengah pesatnya perkembangan zaman.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penulis : Tim Media, Humas SMAN 9 Semarang<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Editor\u00a0 : Nurul Rahmawati, S.Pd., Guru SMKN 1 Tuntang<\/p>\n    <!-- sktbuilder starter --><script type=\"text\/javascript\" src=\"https:\/\/cabdisdikwil1.pdk.jatengprov.go.id\/wp-content\/plugins\/skt-builder\/sktbuilder\/sktbuilder-frontend-starter.js\"><\/script><script type=\"text\/javascript\" src=\"https:\/\/cabdisdikwil1.pdk.jatengprov.go.id\/wp-content\/plugins\/skt-builder\/sktbuilder-wordpress-driver.js\"><\/script><script type=\"text\/javascript\"> var starter = new SktbuilderStarter({\"mode\": \"prod\", \"skip\":[\"jquery\",\"underscore\",\"backbone\"],\"sktbuilderUrl\": \"https:\/\/cabdisdikwil1.pdk.jatengprov.go.id\/wp-content\/plugins\/skt-builder\/sktbuilder\/\", \"driver\": new SktbuilderWordpressDriver({\"ajaxUrl\": \"https:\/\/cabdisdikwil1.pdk.jatengprov.go.id\/wp-admin\/admin-ajax.php\", \"iframeUrl\": \"https:\/\/cabdisdikwil1.pdk.jatengprov.go.id\/?p=20456&sktbuilder=true\", \"pageId\": 20456, \"pages\": [], \"page\": \"Gerakan Literasi Bersama Budaya Kearifan Lokal di SMAN 9 Semarang\" }) });<\/script><!-- end sktbuilder starter -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Senin, 24 Februari 2025, SMAN 9 Semarang kembali mengadakan Gerakan Literasi Bersama Budaya Kearifan Lokal, sebuah kegiatan rutin yang berlangsung beberapa kali dalam satu semester. Program ini bertujuan untuk menumbuhkan minat baca serta meningkatkan kemampuan literasi siswa. Selain itu, kegiatan ini menjadi wadah bagi para siswa untuk mengenal dan melestarikan budaya lokal di tengah derasnya pengaruh globalisasi dan digitalisasi. Dalam pelaksanaannya, SMAN 9 Semarang tidak hanya mendorong siswa untuk gemar membaca, tetapi juga untuk lebih memahami dan menghargai budaya lokal mereka. Para siswa diberikan waktu 15 menit untuk membaca, kemudian mereka berdiskusi serta bertukar informasi mengenai bacaan yang telah mereka pilih. Setelah itu, salah satu siswa diberi kesempatan untuk menyampaikan ringkasan atau wawasan yang diperolehnya dari bacaan tersebut. Di era modern ini budaya asing dengan mudah masuk dan memengaruhi kehidupan sehari-hari, penting bagi generasi muda untuk tetap menjaga dan melestarikan budaya warisan nenek moyang mereka. Joshua, siswa kelas XII-4 SMAN 9 Semarang, berbagi pengalamannya mengikuti kegiatan ini. &#8220;Saya jadi lebih penasaran dan mencari tahu tentang budaya Dugderan yang ada di Semarang. Sebelumnya, saya bahkan belum tahu dan belum pernah datang ke acara Dugderan,&#8221; ujarnya antusias. Kepala sekolah SMAN 9 Semarang, Noor Taufiq Saleh, juga menegaskan pentingnya literasi dalam membentuk karakter [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":20457,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[24,4],"tags":[434],"class_list":["post-20456","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-kesiswaan","tag-sman-9-semarang"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/cabdisdikwil1.pdk.jatengprov.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/20456","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/cabdisdikwil1.pdk.jatengprov.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/cabdisdikwil1.pdk.jatengprov.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cabdisdikwil1.pdk.jatengprov.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cabdisdikwil1.pdk.jatengprov.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=20456"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/cabdisdikwil1.pdk.jatengprov.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/20456\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":20458,"href":"https:\/\/cabdisdikwil1.pdk.jatengprov.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/20456\/revisions\/20458"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cabdisdikwil1.pdk.jatengprov.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/20457"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/cabdisdikwil1.pdk.jatengprov.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=20456"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/cabdisdikwil1.pdk.jatengprov.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=20456"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/cabdisdikwil1.pdk.jatengprov.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=20456"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}