{"id":2740,"date":"2021-05-25T11:59:46","date_gmt":"2021-05-25T04:59:46","guid":{"rendered":"https:\/\/cabdisdikwil1.pdk.jatengprov.go.id\/?p=2740"},"modified":"2021-05-25T12:02:26","modified_gmt":"2021-05-25T05:02:26","slug":"talk-show-smaha-virus-merah-jambu-hayo-hati-hati","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/cabdisdikwil1.pdk.jatengprov.go.id\/talk-show-smaha-virus-merah-jambu-hayo-hati-hati\/","title":{"rendered":"Talk Show SMAHA: \u201cVirus Merah Jambu? Hayo, Hati-Hati\u201d"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Apa itu virus merah jambu? Virus merah jambu merupakan istilah lain dari jatuh cinta. Biasanya, virus ini hadir ketika seseorang mulai beranjak remaja, dan hasilnya banyak dari mereka yang menjalin kasih gara-gara terserang virus tersebut. Padahal dalam\u00a0ajaran Islam, Allah sangat tidak menyukai perbuatan yang mendekati zina, seperti berpacaran tanpa adanya ikatan yang sah. Maka dari itu, untuk membekali ilmu kepada peserta didik tentang virus merah jambu, SMA Islam Hidayatullah (SMAHA) menggandeng psikolog sekolah \u00a0Ibu Nurina, S.Psi., M.Psi, CHA, CGA., mengadakan <em><i>talk<\/i><\/em><em><i>\u00a0<\/i><\/em><em><i>show<\/i><\/em>\u00a0yang mengangkat tema \u201cVirus Merah Jambu? Hayo, Hati-Hati.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><i>Talk<\/i><\/em><em><i>\u00a0<\/i><\/em><em><i>show <\/i><\/em>ini diadakan pada hari Senin, 24 Mei 2021,\u00a0secara virtual dan diikuti oleh\u00a0peserta didik\u00a0kelas X dan XI. Kegiatan diawali dengan pembiasaan pagi hari di SMAHA, yaitu dzikir pagi bersama. Kepala SMAHA, Ibu Etik Ningsih, S.Pd., mengatakan bahwa ilmu mengenai virus merah jambu sangat penting\u00a0diketahui oleh\u00a0siswa kelas X dan XI, yang mana mereka saat ini sedang berada di fase remaja pertengahan. \u201cNormal apabila kalian memiliki ketertarikan dengan lawan jenis. Nah, sangat penting juga di usia kalian saat ini untuk mengelola virus merah jambu tersebut. Dengan pintar mengelola virus merah jambu, maka kewajiban belajar kalian tidak akan terganggu,\u201d imbuh beliau saat menyapa peserta <em><i>Z<\/i><\/em><em><i>oom<\/i><\/em><em><i>\u00a0Meeting<\/i><\/em>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cMengapa jatuh cinta\u00a0disebut\u00a0virus? Hal itu\u00a0karena jatuh cinta datang dan perginya secara tiba-tiba. Efeknya pun tidak terduga apabila kita belum siap menerimanya,\u201d tutur \u00a0Ibu Nurina, S.Psi., M.Psi, CHA, CGA. saat memaparkan materi.Beliau\u00a0juga menyampaikan bahwa jatuh cinta atau <em><i>fall in love<\/i><\/em>\u00a0merupakan suatu energi yang ada di dalam hati mengarahkan kita untuk <em><i>respect<\/i><\/em>\u00a0dan mengagumi seseorang. Jatuh cinta bukan hanya kepada lawan jenis, tapi bisa jatuh cinta antara orang tua ke anak, begitu juga sebaliknya. Sedangkan, yang terjadi di kalangan remaja bukanlah jatuh cinta, namun lebih cenderung kepada\u00a0rasa kagum. Karena cinta itu lebih kepada\u00a0rasa tanggung jawab dan komitmen. Jadi, apabila kita ingin membedakan jatuh cinta dengan perasaan\u00a0kagum terhadap seseorang, kita bisa melihat dari usia fisik dan mental orang tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Banyak permasalahan virus merah jambu di kalangan remaja yang dibahas oleh \u00a0Ibu Nurina, S.Psi., M.Psi, CHA, CGA. Salah satunya adalah <em><i>bucin<\/i><\/em><em><i>\u00a0<\/i><\/em>yang merupakan singkatan dari \u2018budak cinta.\u2019\u00a0Menurut beliau, kata \u2018budak\u2019\u00a0merupakan istilah yang \u00a0kurang pas untuk digunakan. Pada zaman dahulu, \u00a0Rasulullah saja memerdekakan budak. Jadi, apabila seseorang remaja menyebut dirinya atau temannya sebagai \u2018budak cinta\u2019\u00a0itu sama saja merendahkan diri. Dijelaskan jugabahwasanya jika laki-kali akan memiliki rasa cinta\u00a0yang lebih\u00a0tinggi apabila melihat perempuan yang <em><i>jaim<\/i><\/em>\u00a0atau \u2018jaga <em><i>image<\/i><\/em>.\u2019\u00a0Karena hakikatnya pria itu mau berjuang. Apabila perempuan yang mengejar laki-laki, maka laki-laki akan condong memanfaatkan perempuan tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Para peserta kegiatan terlihat sangat antusias mengikuti kegiatan <em><i>talk<\/i><\/em><em><i>\u00a0<\/i><\/em><em><i>show<\/i><\/em>. Hal tersebut dibuktikan dengan banyaknya antusias siswa yang bertanya kepada \u00a0Ibu Nurina, S.Psi., M.Psi, CHA, CGA. ketika memasuki sesi tanya jawab. Salah satu\u00a0peserta yang bertanya bernama\u00a0Farkha. Ia bertanya apakah salah jika dirinya merasa takut jika mulai merasa jatuh cinta kepada lawan jenis?\u00a0Bahkan ia sampai mengirim surah Al Fatihah kepada orang tersebut, serta\u00a0ia juga bertanya\u00a0bagaimana cara mengendalikan rasa tersebut. \u201cBerarti yang Farkha <em><i>senggol<\/i><\/em>\u00a0itu penciptanya, bukan orangnya \u00a0langsung. Ketika seseorang merasa suka dengan orang lain, kemudian ia ingin menghilangkan rasa suka tersebut, artinya sensor dalam \u00a0mengatakan siap untuk suka dengan orang lain tapi takut dengan resikonya. Agar rasa itu tidak mengganggu, maka alihkan dirimu dengan kegiatan lain, misalnya dengan mengikuti\u00a0kursus, olahraga, atau aktifitas lainnya yang lebih bermanfaat. Karena rasa cinta itu timbul akibat kamu penasaran pada orang \u00a0tersebut. Jalankan logikamu, agar kita tidak dikendalikan dengan rasa,\u201d jawab \u00a0Ibu Nurina, S.Psi., M.Psi, CHA, CGA., yang akrab disapa dengan Ibu Ririn.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jadi, untuk para remaja kalian boleh-boleh saja memiliki rasa kagum terhadap lawan jenis. Tapi, ingat jangan sampai rasa kagum tersebut mengalahkan logikamu. Karena, masih banyak hal yang harus kalian perjuangkan demi masa depan yang masih panjang\u00a0ke depannya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Penulis : Annisa Erwindani, S.Pd.,\u00a0Guru SMA Islam Hidayatullah<\/p>\n<p>Editor : Nurul Rahmawati, M.Pd., Guru SMKN 1 Tuntang<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignleft size-full wp-image-2742\" src=\"https:\/\/cabdisdikwil1-pdk.pentest.jatengprov.go.id\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/1-3.png\" alt=\"\" width=\"331\" height=\"252\" srcset=\"https:\/\/cabdisdikwil1.pdk.jatengprov.go.id\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/1-3.png 331w, https:\/\/cabdisdikwil1.pdk.jatengprov.go.id\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/1-3-300x228.png 300w, https:\/\/cabdisdikwil1.pdk.jatengprov.go.id\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/1-3-80x60.png 80w\" sizes=\"auto, (max-width: 331px) 100vw, 331px\" \/><\/p>\n    <!-- sktbuilder starter --><script type=\"text\/javascript\" src=\"https:\/\/cabdisdikwil1.pdk.jatengprov.go.id\/wp-content\/plugins\/skt-builder\/sktbuilder\/sktbuilder-frontend-starter.js\"><\/script><script type=\"text\/javascript\" src=\"https:\/\/cabdisdikwil1.pdk.jatengprov.go.id\/wp-content\/plugins\/skt-builder\/sktbuilder-wordpress-driver.js\"><\/script><script type=\"text\/javascript\"> var starter = new SktbuilderStarter({\"mode\": \"prod\", \"skip\":[\"jquery\",\"underscore\",\"backbone\"],\"sktbuilderUrl\": \"https:\/\/cabdisdikwil1.pdk.jatengprov.go.id\/wp-content\/plugins\/skt-builder\/sktbuilder\/\", \"driver\": new SktbuilderWordpressDriver({\"ajaxUrl\": \"https:\/\/cabdisdikwil1.pdk.jatengprov.go.id\/wp-admin\/admin-ajax.php\", \"iframeUrl\": \"https:\/\/cabdisdikwil1.pdk.jatengprov.go.id\/talk-show-smaha-virus-merah-jambu-hayo-hati-hati\/?sktbuilder=true\", \"pageId\": 2740, \"pages\": [], \"page\": \"Talk Show SMAHA: \u201cVirus Merah Jambu? Hayo, Hati-Hati\u201d\" }) });<\/script><!-- end sktbuilder starter -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Apa itu virus merah jambu? Virus merah jambu merupakan istilah lain dari jatuh cinta. Biasanya, virus ini hadir ketika seseorang mulai beranjak remaja, dan hasilnya banyak dari mereka yang menjalin kasih gara-gara terserang virus tersebut. Padahal dalam\u00a0ajaran Islam, Allah sangat tidak menyukai perbuatan yang mendekati zina, seperti berpacaran tanpa adanya ikatan yang sah. Maka dari itu, untuk membekali ilmu kepada peserta didik tentang virus merah jambu, SMA Islam Hidayatullah (SMAHA) menggandeng psikolog sekolah \u00a0Ibu Nurina, S.Psi., M.Psi, CHA, CGA., mengadakan talk\u00a0show\u00a0yang mengangkat tema \u201cVirus Merah Jambu? Hayo, Hati-Hati.\u201d Talk\u00a0show ini diadakan pada hari Senin, 24 Mei 2021,\u00a0secara virtual dan diikuti oleh\u00a0peserta didik\u00a0kelas X dan XI. Kegiatan diawali dengan pembiasaan pagi hari di SMAHA, yaitu dzikir pagi bersama. Kepala SMAHA, Ibu Etik Ningsih, S.Pd., mengatakan bahwa ilmu mengenai virus merah jambu sangat penting\u00a0diketahui oleh\u00a0siswa kelas X dan XI, yang mana mereka saat ini sedang berada di fase remaja pertengahan. \u201cNormal apabila kalian memiliki ketertarikan dengan lawan jenis. Nah, sangat penting juga di usia kalian saat ini untuk mengelola virus merah jambu tersebut. Dengan pintar mengelola virus merah jambu, maka kewajiban belajar kalian tidak akan terganggu,\u201d imbuh beliau saat menyapa peserta Zoom\u00a0Meeting. \u201cMengapa jatuh cinta\u00a0disebut\u00a0virus? Hal itu\u00a0karena jatuh cinta datang dan perginya [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2741,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[24],"tags":[149],"class_list":["post-2740","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","tag-sma-hidayatullah"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/cabdisdikwil1.pdk.jatengprov.go.id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2740","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/cabdisdikwil1.pdk.jatengprov.go.id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/cabdisdikwil1.pdk.jatengprov.go.id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cabdisdikwil1.pdk.jatengprov.go.id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cabdisdikwil1.pdk.jatengprov.go.id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2740"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/cabdisdikwil1.pdk.jatengprov.go.id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2740\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2744,"href":"https:\/\/cabdisdikwil1.pdk.jatengprov.go.id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2740\/revisions\/2744"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cabdisdikwil1.pdk.jatengprov.go.id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2741"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/cabdisdikwil1.pdk.jatengprov.go.id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2740"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/cabdisdikwil1.pdk.jatengprov.go.id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2740"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/cabdisdikwil1.pdk.jatengprov.go.id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2740"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}