{"id":7938,"date":"2022-09-22T08:03:55","date_gmt":"2022-09-22T01:03:55","guid":{"rendered":"https:\/\/cabdindikwil1.com\/?p=7938"},"modified":"2022-09-22T08:05:01","modified_gmt":"2022-09-22T01:05:01","slug":"hadir-di-pameran-museum-bersama-sman-14-semarang-usung-tema-semarang-lama","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/cabdisdikwil1.pdk.jatengprov.go.id\/?p=7938","title":{"rendered":"HADIR DI PAMERAN MUSEUM BERSAMA, SMAN 14 SEMARANG USUNG TEMA \u2018SEMARANG LAMA\u2019"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Berbarengan dengan ajang Pameran Bersama Museum Ronggowarsito 2022 yang dilaksanakan selama 5 (lima) hari, tanggal 15 sampai dengan 19 September 2022 di Museum Ronggowarsito Kota Semarang Jawa Tengah, panitia mengangkat tema \u201c<em>The power of Museums<\/em>; Bangkit Bersama, Perkuat Jatidiri Bangsa\u201d dan dihadiri oleh lebih 21 museum se-Indonesia. Pameran tersebut dibuka secara resmi oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, sebelum kemudian mengunjungi ke beberapa <em>stand<\/em> yang ada.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berkesempatan hadir pula Kepala Museum Ronggowarsito, Bapak Djoko Nugroho Witjaksono, beliau menuturkan bahwa pameran bersama yang dilaksanakan ialah sebagai wujud syukur dan guna untuk mengembalikan eksistensi museum yang sempat vakum karena pandemi Covid-19. Di <em>event<\/em> itu pula, SMA Negeri 14 Semarang hadir memamerkan karyanya yang bertajuk \u201cSemarang Lama.\u201d Dipilihnya tema tersebut ialah untuk mempelajari serta mengenang sejarah Kota Semarang di abad 15 lalu di mana Kota Semarang saat itu merupakan destinasi para pedagang asing.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKota Semarang Lama terdiri dari empat situs yang mewakili perjalanan sejarah Kota Semarang sejak abad ke-15 hingga awal abad ke-20. Empat situs tersebut ialah Kampung Kauman, Kampung Melayu, Kampung Pecinan dan Oudestad, yang menjadi cikal bakal Kota Semarang akibat dari kedatangan para pedagang asing mulai dari kaum Arab, Melayu, Cina hingga Belanda.\u201d Jelas Ibu Ika selaku Guru Sejarah SMAN 14 Semarang. Dengan latar belakang sejarah tersebut, Bu Ika menambahkan bahwa Kota Semarang telah ditetapkan sebagai Kawasan Cagar Budaya Peringkat Nasional; penetapan ini dilakukan melalui penyerahan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor: 6682\/P\/2020 oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, melalui Direktorat Jenderal Kebudayaan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tema \u201cSemarang Lama\u201d pun disuguhkan oleh SMAN 14 Semarang dalam bentuk permainan atau <em>mini game<\/em> seperti kotak ekskavasi, <em>puzzle<\/em> dan konstruksi keramik dengan hadiah berupa buku dan poster Balar Yogyakarta dan Balar Jawa Barat\u00a0 yang disediakan oleh Yayasan Sigarda Indonesia. Tidak hanya itu, Pojok Literasi Arkeologi (PLA) pun sempat diperlihatkan untuk menarik kerumunan penikmat sejarah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berkaitan dengan hal itu, Ibu Suspeni selaku Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas sekaligus Ketua Panitia Pemeran PLA menuturkan, \u201cSMAN 14 Semarang memperkenalkan Pojok Literasi Arkeologi atau PLA kepada semua pengunjung dan memperkenalkan pula tentang dunia Arkeologi untuk semua umur. PLA SMAN 14 Semarang hadir berkerjasama dengan Balai Arkeologi atau sekarang disebut BRIN dan Komunitas Sinau Cagar Budaya (Sigarda) yang merupakan tempat belajar untuk semua mata pelajaran. Tidak hanya Sejarah, namun bisa kolaborasi dengan mata pelajaran lain. Terbukti PLA sudah digunakan pula untuk pembelajaran Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dikonfirmasi oleh Ibu Ika Dewi Retno Sari selaku Pengelola PLA SMAN 14 Semarang bahwa memang sejak awal,\u00a0 PLA merupakan kerjasama antara SMAN 14 Semarang, Balai Arkeologi Yogyakarta (sekarang bergabung dalam BRIN) dan Yayasan Sigarda Indonesia. Kebangganaan pun datang dari salah satu Guru SMAN 14 Semarang, Ibu Rina Lukitasari, sekaligus Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum di mana beliau mengatakan, \u201cPLA SMAN 14 Semarang sangat <em>match<\/em> sekali dengan tema yang diusung oleh panitia pameran. Di <em>stand<\/em> PLA tidak hanya bisa belajar sejarah \u2018Semarang Lama\u2019 tapi juga bisa bermain dan kita patut bangga memiliki PLA yang tidak dimiliki sekolah lain.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Stand<\/em> SMAN 14 Semarang pun menorehkan berbagai kesan positif dari pengunjung, di mana hadirnya PLA mampu membangun kesadaran tentang sejarah khususnya Kota Semarang. Azahra Aulia, siswi X-4 SMAN 14 Semarang, terlihat sangat antusias melihat benda-benda koleksi PLA seperti gendang. Dia pun bangga karena dapat belajar tentang wawasan pengetahuan Kota Semarang. \u201cKesan tema \u2018Semarang Lama\u2019 sudah menarik ada pemuthakiran di beberapa aspek tanpa meninggalkan kesan sejarah dan pelestarian budaya sejarah,\u201d tutur Bapak Noor Taufiq Saleh, Kepala SMAN 14 Semarang, yang berkesempatan pula mengunjungi <em>stand<\/em> PLA.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penulis : Muhamad Zayyinul Muttaqin, M.Pd., Guru SMAN 14 Semarang<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Editor\u00a0 : Nurul Rahmawati, M.Pd., Guru SMKN 1 Tuntang<\/p>\n    <!-- sktbuilder starter --><script type=\"text\/javascript\" src=\"https:\/\/cabdisdikwil1.pdk.jatengprov.go.id\/wp-content\/plugins\/skt-builder\/sktbuilder\/sktbuilder-frontend-starter.js\"><\/script><script type=\"text\/javascript\" src=\"https:\/\/cabdisdikwil1.pdk.jatengprov.go.id\/wp-content\/plugins\/skt-builder\/sktbuilder-wordpress-driver.js\"><\/script><script type=\"text\/javascript\"> var starter = new SktbuilderStarter({\"mode\": \"prod\", \"skip\":[\"jquery\",\"underscore\",\"backbone\"],\"sktbuilderUrl\": \"https:\/\/cabdisdikwil1.pdk.jatengprov.go.id\/wp-content\/plugins\/skt-builder\/sktbuilder\/\", \"driver\": new SktbuilderWordpressDriver({\"ajaxUrl\": \"https:\/\/cabdisdikwil1.pdk.jatengprov.go.id\/wp-admin\/admin-ajax.php\", \"iframeUrl\": \"https:\/\/cabdisdikwil1.pdk.jatengprov.go.id\/?p=7938&sktbuilder=true\", \"pageId\": 7938, \"pages\": [], \"page\": \"HADIR DI PAMERAN MUSEUM BERSAMA, SMAN 14 SEMARANG USUNG TEMA \u2018SEMARANG LAMA\u2019\" }) });<\/script><!-- end sktbuilder starter -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Berbarengan dengan ajang Pameran Bersama Museum Ronggowarsito 2022 yang dilaksanakan selama 5 (lima) hari, tanggal 15 sampai dengan 19 September 2022 di Museum Ronggowarsito Kota Semarang Jawa Tengah, panitia mengangkat tema \u201cThe power of Museums; Bangkit Bersama, Perkuat Jatidiri Bangsa\u201d dan dihadiri oleh lebih 21 museum se-Indonesia. Pameran tersebut dibuka secara resmi oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, sebelum kemudian mengunjungi ke beberapa stand yang ada. Berkesempatan hadir pula Kepala Museum Ronggowarsito, Bapak Djoko Nugroho Witjaksono, beliau menuturkan bahwa pameran bersama yang dilaksanakan ialah sebagai wujud syukur dan guna untuk mengembalikan eksistensi museum yang sempat vakum karena pandemi Covid-19. Di event itu pula, SMA Negeri 14 Semarang hadir memamerkan karyanya yang bertajuk \u201cSemarang Lama.\u201d Dipilihnya tema tersebut ialah untuk mempelajari serta mengenang sejarah Kota Semarang di abad 15 lalu di mana Kota Semarang saat itu merupakan destinasi para pedagang asing. \u201cKota Semarang Lama terdiri dari empat situs yang mewakili perjalanan sejarah Kota Semarang sejak abad ke-15 hingga awal abad ke-20. Empat situs tersebut ialah Kampung Kauman, Kampung Melayu, Kampung Pecinan dan Oudestad, yang menjadi cikal bakal Kota Semarang akibat dari kedatangan para pedagang asing mulai dari kaum Arab, Melayu, Cina hingga Belanda.\u201d Jelas Ibu Ika selaku Guru Sejarah SMAN 14 [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":7941,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[24],"tags":[143],"class_list":["post-7938","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","tag-sman-14-semarang"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/cabdisdikwil1.pdk.jatengprov.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7938","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/cabdisdikwil1.pdk.jatengprov.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/cabdisdikwil1.pdk.jatengprov.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cabdisdikwil1.pdk.jatengprov.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cabdisdikwil1.pdk.jatengprov.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=7938"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/cabdisdikwil1.pdk.jatengprov.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7938\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7940,"href":"https:\/\/cabdisdikwil1.pdk.jatengprov.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7938\/revisions\/7940"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cabdisdikwil1.pdk.jatengprov.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/7941"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/cabdisdikwil1.pdk.jatengprov.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=7938"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/cabdisdikwil1.pdk.jatengprov.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=7938"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/cabdisdikwil1.pdk.jatengprov.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=7938"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}