{"id":8527,"date":"2022-11-16T10:06:23","date_gmt":"2022-11-16T03:06:23","guid":{"rendered":"https:\/\/cabdindikwil1.com\/?p=8527"},"modified":"2022-11-16T10:06:23","modified_gmt":"2022-11-16T03:06:23","slug":"pjbl-mini-vlog-wisata-semarang-untuk-meningkatkan-keterampilan-berbicara-bahasa-jawa-materi-pawarta","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/cabdisdikwil1.pdk.jatengprov.go.id\/?p=8527","title":{"rendered":"PJBL Mini Vlog Wisata Semarang untuk Meningkatkan Keterampilan Berbicara Bahasa Jawa Materi Pawarta"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Setiyadi (dalam Mulyana 2008: 67) menyatakan upaya yang paling tepat untuk pelestarian kebudayaan dan Bahasa Jawa adalah melalui jalur pendidikan, yaitu melalui pembelajaran bahasa dan sastra Jawa dalam kerangka budaya. Pada pembelajaran Teks <em>Pawarta<\/em> kelas X (sepuluh) Kurikulum Merdeka, materi ajar Bahasa Jawa sebaiknya disesuaikan dengan karakteristik dan potensi masing-masing daerah supaya peserta didik lebih mengenal karakteristik dan potensi yang dimiliki. Hal tersebut juga dapat menjadi bekal pelaksanaan Proyek Pelajar Pancasila, khususnya mengenai kearifan lokal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam pembelajaran bahasa terdapat empat keterampilan yang harus dikuasai yaitu membaca, menyimak, menulis, dan berbicara. Keempat keterampilan tersebut dapat berjalan dengan baik apabila terdapat penguasaan kosakata yang baik pula. Penguasaan kosakata merupakan kemampuan dasar dalam pembelajaran bahasa. Bahasa Jawa yang tak lagi merupakan bahasa Ibu bagi mayoritas masyarakat Jawa di perkotaan, menjadikan penguasaan kosakata peserta didik SMA Negeri 11 Semarang kurang. Hal tersebut terlihat dari kegiatan presentasi hasil belajar. Peserta didik masih kesulitan dalam mengungkapkan ide dan menjawab pertanyaan dalam Bahasa Jawa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berdasarkan masalah tersebut, guru Bahasa Jawa harus kreatif dan inovatif untuk meningkatkan keterampilan berbicara khususnya pada materi Teks <em>Pawarta<\/em>. Salah satu upaya yang dapat diterapkan yaitu dengan menggunakan model pembelajaran <em>Project Based Learning<\/em> (PJBL) melalui media <em>Mini<\/em> <em>Vlog Pawarta. <\/em>Model pembelajaran PJBL dirasa tepat untuk diterapkan dalam pembelajaran Teks<em> Pawarta<\/em>. Pernyataan tersebut sejalan dengan kelebihan PJBL menurut Abidin (2007:170) yaitu peserta didik terlibat dalam kegiatan dunia nyata dan mempraktikan strategi otentik secara disiplin, kolaboratif, dan komunikatif dalam pemecahan masalah. Teks <em>pawarta<\/em> yang berisikan berita ringan <em>(soft news)<\/em> Wisata Semarang melalui media <em>Mini<\/em> <em>Vlog<\/em> dengan model pembelajaran PJBL dapat menjadi jembatan bagi peserta didik untuk membiasakan diri berbicara menggunakan Bahasa Jawa dengan cara yang lebih kekinian.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam pembelajaran materi Teks <em>Pawarta<\/em> Wisata Semarang melalui media <em>Mini<\/em> <em>Vlog<\/em> dengan model pembelajaran <em>Project Based Learning<\/em>, langkah pembelajaran yang dilaksanakan adalah sebagai berikut. Pertama, pada fase penentuan pertanyaan mendasar, guru menyajikan contoh vlog berbahasa Jawa dengan konten wisata kemudian bertanya jawab dengan peserta didik tentang pokok-pokok informasi yang disajikan. Kedua, peserta didik secara berkelompok menentukan perencanaan pembuatan vlog. Ketiga, peserta didik dengan bimbingan guru menyusun jadwal kegiatan. Keempat guru memantau kemajuan proyek dengan observasi dan wawancara kepada peserta didik. Kelima, vlog yang telah selesai dikerjakan di<em>upload<\/em> di social media untuk dinilai. Terakhir, peserta didik bersama guru memberi apresiasi, masukan dan saran di kolom komentar sebagai bentuk evaluasi pengalaman.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Peningkatan kemampuan berbicara terlihat jelas pada produk yang dihasilkan dan kemampuan berbicara pada saat pembelajaran. Peserta didik yang terbiasa berbicara menggunakan Bahasa Jawa bercampur Bahasa Indonesia dalam pembelajaran, kini prosentasenya sudah berkurang. Hal tersebut karena pada kegiatan pembuatan <em>vlog<\/em>, peserta didik melalui tahapan menuliskan pokok informasi, konsep, dan skenario, serta menghafal dialog. Proses yang dilalui peserta didik menjadikan mereka mencari kosakata Bahasa Jawa yang tepat dan menggunakannya secara berulang. Kosatakata yang dikuasai oleh peserta didik semakin bertambah dan kemampuan berbicara juga meningkat. Maka <em>Project Based Learning<\/em> Mini <em>Vlog<\/em> Wisata Semarang efektif untuk meningkatkan keterampilan berbicara Bahasa Jawa peserta didik kelas X di SMAN 11 Semarang.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penulis : Heny Pratiwi, S.Pd., Guru SMAN 11 Semarang<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Editor\u00a0 : Nurul Rahmawati, M.Pd., Guru SMKN 1 Tuntang<\/p>\n    <!-- sktbuilder starter --><script type=\"text\/javascript\" src=\"https:\/\/cabdisdikwil1.pdk.jatengprov.go.id\/wp-content\/plugins\/skt-builder\/sktbuilder\/sktbuilder-frontend-starter.js\"><\/script><script type=\"text\/javascript\" src=\"https:\/\/cabdisdikwil1.pdk.jatengprov.go.id\/wp-content\/plugins\/skt-builder\/sktbuilder-wordpress-driver.js\"><\/script><script type=\"text\/javascript\"> var starter = new SktbuilderStarter({\"mode\": \"prod\", \"skip\":[\"jquery\",\"underscore\",\"backbone\"],\"sktbuilderUrl\": \"https:\/\/cabdisdikwil1.pdk.jatengprov.go.id\/wp-content\/plugins\/skt-builder\/sktbuilder\/\", \"driver\": new SktbuilderWordpressDriver({\"ajaxUrl\": \"https:\/\/cabdisdikwil1.pdk.jatengprov.go.id\/wp-admin\/admin-ajax.php\", \"iframeUrl\": \"https:\/\/cabdisdikwil1.pdk.jatengprov.go.id\/?p=8527&sktbuilder=true\", \"pageId\": 8527, \"pages\": [], \"page\": \"PJBL Mini Vlog Wisata Semarang untuk Meningkatkan Keterampilan Berbicara Bahasa Jawa Materi Pawarta\" }) });<\/script><!-- end sktbuilder starter -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Setiyadi (dalam Mulyana 2008: 67) menyatakan upaya yang paling tepat untuk pelestarian kebudayaan dan Bahasa Jawa adalah melalui jalur pendidikan, yaitu melalui pembelajaran bahasa dan sastra Jawa dalam kerangka budaya. Pada pembelajaran Teks Pawarta kelas X (sepuluh) Kurikulum Merdeka, materi ajar Bahasa Jawa sebaiknya disesuaikan dengan karakteristik dan potensi masing-masing daerah supaya peserta didik lebih mengenal karakteristik dan potensi yang dimiliki. Hal tersebut juga dapat menjadi bekal pelaksanaan Proyek Pelajar Pancasila, khususnya mengenai kearifan lokal. Dalam pembelajaran bahasa terdapat empat keterampilan yang harus dikuasai yaitu membaca, menyimak, menulis, dan berbicara. Keempat keterampilan tersebut dapat berjalan dengan baik apabila terdapat penguasaan kosakata yang baik pula. Penguasaan kosakata merupakan kemampuan dasar dalam pembelajaran bahasa. Bahasa Jawa yang tak lagi merupakan bahasa Ibu bagi mayoritas masyarakat Jawa di perkotaan, menjadikan penguasaan kosakata peserta didik SMA Negeri 11 Semarang kurang. Hal tersebut terlihat dari kegiatan presentasi hasil belajar. Peserta didik masih kesulitan dalam mengungkapkan ide dan menjawab pertanyaan dalam Bahasa Jawa. Berdasarkan masalah tersebut, guru Bahasa Jawa harus kreatif dan inovatif untuk meningkatkan keterampilan berbicara khususnya pada materi Teks Pawarta. Salah satu upaya yang dapat diterapkan yaitu dengan menggunakan model pembelajaran Project Based Learning (PJBL) melalui media Mini Vlog Pawarta. Model pembelajaran PJBL dirasa [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":8528,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[300],"class_list":["post-8527","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pendidikan","tag-sman-11-semarang"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/cabdisdikwil1.pdk.jatengprov.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8527","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/cabdisdikwil1.pdk.jatengprov.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/cabdisdikwil1.pdk.jatengprov.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cabdisdikwil1.pdk.jatengprov.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cabdisdikwil1.pdk.jatengprov.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=8527"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/cabdisdikwil1.pdk.jatengprov.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8527\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8529,"href":"https:\/\/cabdisdikwil1.pdk.jatengprov.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8527\/revisions\/8529"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cabdisdikwil1.pdk.jatengprov.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/8528"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/cabdisdikwil1.pdk.jatengprov.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=8527"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/cabdisdikwil1.pdk.jatengprov.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=8527"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/cabdisdikwil1.pdk.jatengprov.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=8527"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}