
SEMARANG-SMK Teuku Umar Semarang, melalui guru produktifnya yang terpilih, telah merespons dengan antusias panggilan dari Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) Bisnis dan Pariwisata, Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi untuk mengikuti Pelatihan Upskilling dan Reskilling Angkatan 4 tahun 2024. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kompetensi guru kejuruan dalam bidang Bisnis dan Pariwisata, serta memastikan kualitas pendidikan vokasi yang senantiasa relevan dengan tuntutan industri.
Pada hari Rabu, 26 Juni 2024, dibuka secara resmi kegiatan pelatihan ini dengan format daring, diikuti oleh peserta dari berbagai penjuru Indonesia. Salah satu guru yang berkesempatan mengikuti pelatihan ini adalah Adhibatul Mustaanah, S.Pd., Gr., guru produktif dalam Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis (MPLB). Sebelumnya, dalam Angkatan 3, perwakilan dari SMK Teuku Umar yang turut serta adalah Atikoh, S.Pd., CAAT, guru dalam bidang Akuntansi Lembaga (AKL).
Pelatihan Upskilling dan Reskilling ini terstruktur dalam tiga tahapan penting. Tahap pertama mencakup pembelajaran daring dengan fokus pada penguatan industri, di mana para guru diberikan pemahaman mendalam mengenai perkembangan terkini di sektor bisnis dan pariwisata. Tahap kedua, yang akan berlangsung setelah pembelajaran daring, meliputi magang industri dan uji kompetensi keahlian (UKK) atau sertifikasi industri. Ini bertujuan untuk menghubungkan langsung pengetahuan yang didapat dengan aplikasi praktis di lapangan. Tahap ketiga dari pelatihan ini adalah penyelarasan dengan dunia kerja dan industri, memastikan bahwa kurikulum yang diajarkan di SMK sesuai dengan kebutuhan lapangan kerja.
Seluruh biaya yang terkait dengan pelatihan ini ditanggung oleh DIPA BBPPMPV Bisnis dan Pariwisata tahun 2024, menunjukkan komitmen pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan vokasi di Indonesia.
“Kami berharap melalui pelatihan ini, para guru dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru yang nantinya dapat disalurkan kepada peserta didik,” ungkap salah satu perwakilan dari SMK Teuku Umar. Dengan demikian, para peserta didik diharapkan akan semakin siap menghadapi dunia kerja dan industri yang semakin kompleks dan berubah-ubah.
Pelatihan Upskilling dan Reskilling Angkatan 4 ini tidak hanya menandai komitmen pribadi para guru untuk meningkatkan diri, tetapi juga merupakan langkah strategis dalam membangun pondasi pendidikan vokasi yang kuat dan responsif terhadap dinamika ekonomi global. Melalui kolaborasi antara pemerintah, industri, dan pendidikan, diharapkan Indonesia dapat menghasilkan sumber daya manusia yang kompeten dan siap bersaing di pasar kerja global.
Dengan demikian, SMK Teuku Umar Semarang memasuki fase baru dalam mempersiapkan generasi penerus yang memiliki kualitas dan kompetensi yang unggul, siap untuk menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang di era industri 4.0 dan seterusnya.
Penulis: Adhibatul Mustaanah, S.Pd., Gr ( Guru Produktif MPLB)

Komentar Pengunjung