
Semarang-Setelah sukses mengatasi masalah banjir yang kerap melanda area sekolah, SMKN 10 Semarang kini melanjutkan langkah penting berikutnya untuk menciptakan lingkungan yang lebih hijau dan nyaman. Sejak awal September 2024, sekolah tersebut telah memulai program tamanisasi sebagai bagian dari upaya memperindah lingkungan sekaligus mendukung program Sekolah Adiwiyata. Program ini difokuskan pada penataan ruang terbuka hijau di beberapa titik strategis di sekitar sekolah.
Program tamanisasi ini melibatkan pembuatan taman di empat titik utama, yaitu di depan ruang guru, samping koperasi, depan aula, dan depan studio gambar. Keempat lokasi ini dipilih secara strategis karena merupakan area dengan mobilitas tinggi bagi siswa, guru, dan staf sekolah. Dengan hadirnya taman di lokasi-lokasi tersebut, suasana sekolah menjadi lebih segar, hijau, dan asri, sehingga memberikan kenyamanan bagi seluruh warga sekolah. Program ini tidak hanya berfokus pada penambahan keindahan visual, tetapi juga berfungsi sebagai upaya meningkatkan kualitas udara serta menyediakan area hijau yang bisa digunakan untuk aktivitas santai di antara kesibukan belajar mengajar.
Selain program tamanisasi yang telah berjalan, SMKN 10 Semarang juga telah merancang program jangka panjang untuk terus memperindah sekolah. Pada tahun berikutnya, tamanisasi akan bergeser ke area belakang sekolah. Salah satu rencana utama adalah penanaman pohon Tabebuya di sepanjang jalan antara koperasi dan perpustakaan yang membentang ke arah utara. Pohon Tabebuya dipilih karena selain berfungsi sebagai peneduh, juga mampu mempercantik lingkungan sekolah dengan bunga-bunga cantiknya yang bermekaran, mirip dengan pohon sakura. Jalan ini nantinya akan menjadi jalur yang rindang dan indah, memberikan kesejukan bagi siswa yang melintasinya.
Kepala SMKN 10 Semarang, Ardan Sirodjuddin, S.Pd., menyatakan bahwa program ini merupakan bagian dari visi besar sekolah dalam lima tahun ke depan, yakni mencapai predikat Sekolah Adiwiyata. “Kami berkomitmen untuk memperindah lingkungan sekolah secara bertahap. Langkah ini tidak hanya untuk mempercantik sekolah, tetapi juga untuk mendukung pendidikan lingkungan hidup bagi siswa,” ujarnya. Ardan menjelaskan bahwa pencapaian sebagai Sekolah Adiwiyata tidak hanya dilihat dari aspek fisik semata, tetapi juga dari bagaimana sekolah mendidik siswa untuk peduli terhadap lingkungan.
Tamanisasi ini juga menjadi simbol dari keberhasilan SMKN 10 Semarang dalam menghadapi tantangan lingkungan sebelumnya, khususnya masalah banjir. Sebelum program tamanisasi ini dimulai, sekolah sempat dihadapkan pada tantangan serius terkait banjir yang sering mengganggu aktivitas belajar mengajar, terutama saat musim hujan tiba. Namun, berkat upaya keras dari pihak sekolah dan dukungan berbagai pihak, masalah banjir tersebut berhasil diatasi. Drainase diperbaiki, lahan-lahan yang tergenang dioptimalkan, sehingga sekolah kini bebas dari banjir yang dulu kerap menjadi masalah.
Dengan berhasilnya mengatasi masalah tersebut, SMKN 10 Semarang kini bisa fokus pada upaya lebih lanjut untuk meningkatkan kualitas lingkungan sekolah, salah satunya dengan menciptakan ruang terbuka hijau yang asri. Selain itu, program ini juga mendapat respons positif dari para siswa dan guru yang merasa suasana belajar menjadi lebih nyaman dan menyenangkan. Kehadiran taman dan pohon-pohon rindang di area sekolah menciptakan suasana yang lebih segar dan menenangkan, sangat mendukung kegiatan pembelajaran yang produktif.
Sejalan dengan visi Sekolah Adiwiyata, SMKN 10 Semarang juga akan terus mendorong partisipasi seluruh warga sekolah dalam menjaga kelestarian lingkungan. Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan melibatkan siswa dalam kegiatan penghijauan dan perawatan taman. Dengan demikian, diharapkan para siswa tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga memiliki pemahaman yang lebih mendalam tentang pentingnya menjaga lingkungan. Program ini juga mendukung pendidikan karakter yang berbasis kepedulian terhadap lingkungan hidup.
Langkah SMKN 10 Semarang ini menjadi contoh nyata bagaimana sebuah sekolah dapat terus berkembang, tidak hanya dalam aspek akademik, tetapi juga dalam menciptakan lingkungan yang mendukung kegiatan belajar mengajar secara menyeluruh. Dengan program tamanisasi yang terencana dan berkelanjutan, SMKN 10 Semarang optimis dapat mencapai tujuan besarnya sebagai Sekolah Adiwiyata dalam lima tahun ke depan.
Penulis : Andika Wildan Krisnamurti, M.Pd, Waka Sarpras SMKN 10 Semarang

Komentar Pengunjung